lorong29

cover korea jiwa indonesia, all about my life, all about my favorite

ping pong pang

PING PONG PANG

Karya: Hilwani Sari “Syahrajadejz”

PARA PELAKU

Ping     : 18th, perempuan, bungsu, baik        Pong    : 21th, laki-laki, sulung, Dj Diskotik

Pang    : 19th, laki-laki, tengah, punk            Bapak  :46th, pengumpul barang bekas

DoRe   : laki-laki, karakter ceria                    MiFa   : perempuan, karakter pemarah

SolLa  : laki-laki, karakter sedih                    SiDo    : perempuan, karakter sinis

BABAK I

PANGGUNG DENGAN SUASANA TERAS RUMAH KIBIK. ADA KURSI PANJANG KAYU. DISEBELAHNYA ADA KURSI PLASTIK, YANG SATU AGAK BAGUS, YANG SATU LAGI SUDAH RETAK. DI SISI KANAN PANGGUNG NAMPAK TUMPUKAN PLASTIK BEKAS. DI SISI KIRI PANGGUNG ADA TUMPUKAN KERTAS BEKAS. DI BAGIAN TENGAH PANGGUNG NAMPAK DEDAUNAN BERANTAKAN BERSERAKAN.

(Suara musik menggema, sementara dari kanan panggung DoRe dan MiFa keluar bersamaan dari kiri panggung keluar pula SolLa dan SiDo. Masing-masing dari mereka berjalan seperti robot dengan ekspresi masing-masing. Sebentar-sebentar berhenti dan menoleh. Kemudian berhenti di tengah panggung. Berangkulan berjejeran sambil berbisik.)

SiDo    : (tersenyum sinis) hmh…kali ini pasti terjadi lagi. Dengan yakin saya katakan.

MiFa   : hah!! Seumur hiduppun juga pasti tak akan berubah! Muak sudah saya!.

SolLa  : oh…kasihan si tua dan si bungsu. Para sulung yang kejam…(sedih)-_-

DoRe   : ho-ho-ho! Jangan kuatir! Kita pasti bisa memecahkan problem ini (mengangkat tangan kanan dengan tampang yakin) ^o^

KETIGA ORANG DI SAMPING SALING TATAP KEMUDIAN MELEPASKAN RANGKULAN BERSAMAAN DENGAN EKSPRESI ‘AMIT-AMIT’. SiDo MEMBERI ISYARAT. KEMUDIAN MEREKA BEREMPAT BERPENCAR. DoRe DAN MiFa BERDIRI DI DEKAT TUMPUKAN PLASTIK, SolLa DAN SiDo BERDIRI DI DEKAT TUMPUKAN KERTAS. MEREKA MENGUPING SAMBIL SESEKALI BERKOMENTAR.

(Terdengar suara batuk-batuk)

MiFa   : cih! Dengar? Si tua sudah mulai renta. Tapi tak ada yang bisa diandalkan

DoRe   : (menepuk pundak MiFa sambil tersenyum) ho-ho-ho ada si bungsu? Betapa baik dia kan? (mengedipkan mata dengan menggenggam tangan di bawah dagu)

MiFa   : (menoleh lalu menyipitkan mata)

SiDo    : hmh…kalau hanya dia…sama dengan tidak sekali kan? Pemikiran idiot! (mendongakkan kepala)

SolLa  : haduh bagaimana ini nasib keluarka mereka? Betapa kasihannya (bersimpuh)

SiDo    : (menarik mulut ke kiri sambil mengangkat satu alis dan menggeleng ke arah SolLa)

(terdengar suara grusak-grusuk dari arah rumah)

DoRe     : ho-ho-ho ada yang hendak keluar!! (mulut membentuk O dan kelima jarinya berbaris menutupnya sambil membelalakkan mata)

M-S-S   : ayo pergi!!!

KEMBALI BERJALAN SEPERTI ROBOT. BERBENTURAN. KEBINGUNGAN. KEMUDIAN KELUAR PANGGUNG.

Bapak  : (terbatuk-batuk sambil merapikan tumpukan plastik)

Ping     : (menggeleng) Bapak…kan Ping sudah bilang…jangan kerja dulu. (menghampiri) bapak masih sakit. Ping saja yang mengurus ini semua. Bapak istirahat saja.

Bapak  : Ping…(batuk) bapak hanya batuk, bukan lumpuh. Masih bisa mengurus ini semua. Ping belajar saja…bapak tidak apa-apa (batuk).

Ping     : (menatap sedih) bapak…Ping sudah besar. Meskipun perempuan…Ping bisa diandalkan kok. Lagipula bapak belum minum obat bukan?

Bapak  : iya…nanti saja…(terdiam) Pong dan Pang sudah pulang Ping?

Ping     : (mengernyitkan dahi) belum. Sudahlah bapak jangan memikirkan kak pong dan kak pang terus. Masalah mereka biar ping saja yang menangani.

Bapak  : (tersenyum)

Ping     : kenapa? Bapak meragukan ping?

Bapak  : (menggeleng)

Ping     : lantas? Apa maksud senyum bapak?

Bapak  : bapak seperti melihat Ibumu hidup kembali…(batuk) ping sudah dewasa rupanya.

Ping     : ibu? (terdiam) dari sudut mana? Apakah kini ping sudah nampak seperti pelacur kerjaan ibu dulu pak?

Bapak  : ping!!!!!! (suara meninggi)

Ping     : maafkan ping pak. Ping tidak bermaksud…..

Bapak  : ping kan sudah tahu kalau ibu tidak menginginkan pekerjaan laknat itu! Dia sudah tenang di sana (melihat ke atas) Jangan berpikiran buruk tentangnya ping…

Ping     : iya pak…ping kan sudah minta maaf. Sekarang bapak mau kan masuk ke rumah dan meminum obatnya?

Bapak  : (mengangguk)

BABAK II

PANG BERJALAN MENGENDAP CLINGUKAN. DITANGAN KIRINYA MEMEGANG SEPLASTIK CAT SEMPROT DAN ALAT LUKIS, SEMENTARA TANGAN KANANNYA SIBUK MEMEGANG ROKOK. PENAMPILANNYA URAKAN. PENUH CAT. TAK SENGAJA PANG MENGINJAK BAKUL HINGGA BUNYI RETAKNYA TERDENGAR.

Pang    : (meringis) Anjing ne bakul gembel!! (menendang bakul) bapak tuh gag punya jiwa seni apa? Bisa-bisanya hobi ngoleksi rongsokan. Kali sampah se-Indonesia pindah ke sini semua!

Ping     : (menepuk pundak pang) kakak?

Pang    : (kaget) bocah!! Ngagetin aja lu! (menyemburkan asap rokok ke muka Ping)

Ping     : (terbatuk)

Pang    : (menutup mulut Ping) goblok!! Jangan berisik! Kalo bapak denger begimane?

Ping     : (meronta)

Pang    : (melepaskan dekapan)

Ping     : haf.haf.haf. kak pang dari mana saja?

Pang    : biasa! Kaya’lu gag tau gue aja! Pikun lu?

Ping     : (menggeleng) ck.ck.ck kak pang tidak berubah. Kapan kaka hendak memikirkan keluarga ini?

Pang    : keluarga peang? Kita Cuma sekadar ngumpul satu rumah nyong! (menjitak kepala ping)

Ping     : aw…kakak! apa kakak tidak kasihan pada bapak? Kalau bukan kita, siapa yang akan melanjutkan usaha keluarga ini?

Pang    : (menyemburkan asap rokok sambil tertawa) wuaduh setres lu!! Lu makan tumpukan kertas ma plastik ennoh ya? Wuoy!! Ngerongsok-rongsok kagak jelas begini apanya yang usaha keluarga? Katarak juga lu ya?

Ping     : rongsok? Kita bisa hidup sampai saat ini adalah karena benda-benda yang kakak sebut rongsok ini. Dan benda ini adalah jerih payah bapak. Apa kakak belum juga mengerti?

Pang    : bah!! Masih ingusan kagak usah nyeramah-nyeramahin gue lu! Kalo lu mau, makan ne semua usaha keluarga yang lu kata itu! (menggantung plastiknya)

Ping     : kakak hendak ke mana?

Pang    : (menghardik) tidur! Males gue dengerin lu. Ah…ngebacot aja, dasar cewek!!

Ping     : (menggeleng) ckckckck

(ping merapikan tumpukan kertas. Kemudian DoReMiFaSolLaSiDo datang)

SolLa  : (menatap sedih) oh ping…lagi-lagi kamu sendirian.

DoRe   : ho-ho-ho berjuanglah ping cantik!

Ping     : (menatap heran sambil nyengir aneh)

SiDo    : hmh…kulihat tadi si sulung urakan ribut-ribut. Tidak berguna!

Ping     : emm…begini ya…kak pang itu tadi…

MiFa   : halah…memangnya kapankah dia itu normal. Hidup hanya untuk cat. Cat hanya untuk menyingkir dari keluarga! Pecundang sekali dia bukan?

Ping     : kalian salah. Kak pang memang bertindak semaunya. Tapi bukan berarti dia menghindar dari keluarga. Kak pang hanya sedang mencari jati dirinya. Saya yakin itu.

D-M    : (poem) keyakinan tinggi yang semu………….

S-S     : (poem) kenyataan yang tak terhindarkaaaaaaaaaannnn

Ping     : sebenarnya kalian ini apa-apaan sih?

All D-D: me-no-long-mu-!

Ping: ha? (bingung)

PONG BERJALAN TERSEOK DENGAN KEMEJA LUSUH. DOREMIFASOLLASIDO BURU-BURU KABUR. PING TAMBAH BINGUNG

Ping     : saya tetap tidak mengerti?

Pong    : (menepuk pundak ping)

Ping     : (menoleh) kak pong? Baru pulang?

Pong    : tolong jangan mengatakan hal yang sama setiap tahunnya. (duduk melepaskan sepatu dan kaus kaki)

Ping     : (mendekat) kak pong…tolong bantu bapak. Sesekali saja.

Pong    : ping…mana ada waktu kakak? Si pang kan ada. Suruhlah dia!!

Ping     : kenapa kakak seakan-akan tidak tahu? Kak pang kan…….

Pong    : mengecat-ngecat tidak jelas. Begundal liar! Apa saja kerjanya kalau bukan itu? Kenapa tidak otaknya saja yang dia cat?

Ping     : kakak juga hanya mengocok bir saja dan menggeser-geser piringan hitam saja. Memangnya siapa diantara kita yang berguna bagi bapak?

Pong    : ping…kakak tidak suka bertengkar dengan mu, dan lagi…kakak letih. Sudahlah (beranjak)

Ping     : kakak…

Pong    : (mengangkat tangan dan masuk)

Ping     : ada apa sih dengan kakak-kakak ku?

PING KEMBALI BERKREASI DENGAN KERTAS-KERTAS DAN PLASTIK-PLASTIK. SEMBARI TERMENUNG MEMIKIRKAN KELUARGANYA. MENGHELA NAFAS. LALU KEMBALI BEKERJA

Pang    : (tergopoh-gopoh) ping…Bapak batuk darah.

Ping     : (menoleh kemudian berlari masuk)

DOREMIFASOLLASIDO MASUK. MENGINTIP-INTIP KE RUMAH PING PONG PANG, DAN BERSAMAAN BERBALIK MENGGELENG SAMBIL “CK.CK.CK” SECARA BERGANTIAN MENGINTIP-BERBALIK-CK.CK.CK KEMUDIAN MONDAR-MANDIR. BERHENTI SESAAT. MELIHAT KE ATAS KEMUDIAN MENGHELA NAFAS SAMBIL MENUNDUK DAN KEMBALI MONDAR-MANDIR.

TERDENGAR LANGKAH KAKI SESEORANG DARI DALAM RUMAH HENDAK KELUAR. DEREMIFASOLLASIDO KUCAR-KACIR MENCARI TEMPAT PERSEMBUNYIAN. DORE DAN SIDO BERSEMBUNYI DI TUMPUKAN PLASTIK. MIFA DAN SOLLA BERSEMBUNYI DI TUMPUKAN KERTAS.

Pang    : (menendang sesuatu) cih! Dasar orang tua!! Bikin panik gue aja!

Ping     : kakak, bisakah tenang sedikit? Bapak baru saja istirahat kan?

Pong    : biarkan saja dia ping! Orang tidak berguna sudah sepantasnya melakukan tindakan tak berguna!

Pang    : bah! Jangan sombobong lu! Mentang-mentang paling tua. Kaya’lu aja gag berguna!

Pong    : lihat dirimu! Penampilan begundal! Apa yang kau hasilkan? Preman! Bisanya membuat malu keluarga!

Pang    : apa lu bilang? Sok berguna lu ya…..(menarik kerah baju pong hendak memukul)

Ping     : (melerai) cukup! Hentikan kak. (berkaca-kaca)

Pang    : gag usah nangis deh lu!

Pong    : ping…sudahlah!

Ping     : kakak hanya bisa beradu argumen tentang siapa yang berguna dan tidak. (memandangg satu persatu kakaknya) apa hanya itu yang bisa kalian lakukan? (menitikkan air mata)

P-P      : (menatap ping dan memalingkan muka)

Ping     : lihat aku!!. Aku adik kalian. Aku perempuan. Tapi aku yang mengurus rumah ini, bapak, dan kalian. Hanya aku yang menerima dan mendengar hinaan orang tentang keluarga ini. Mereka menginjak-injak keluarga ini seakan sampah saja. Dan saat itu kalian ke mana? Hanya aku yang melindungi dan bersusah payah agar keluarga ini tidak didinjak-injak orang lain!!

Pang    : ya lu jangan diemlah….lagian mangnya Cuma lu yang paling berguna gitu? Bukan salah gue kalo nyokap kita dulu pelacur dan bokap kita pengais sampah.

Ping     : kakak!!!!!!

Pong    : ping…bukan berarti kami hanya mengandalkanmu…bukan hanya kau kan yang kerja?

Ping     : iya! (tegas) memang hanya aku. Bapak sakit. Aku yang mengurusnya dan pekerjaannya (menunjuk ke tumpukan kertas dan plastik).kalau ada yang menghina kalian, aku yang membelanya. Kalaupun da yang menggangguku, aku melawannya seorang diri. Meski mendapat hinaan sebagai anak pelacur dan pengais sampah tapi aku terus bertahan.

Pang    : gag usah alay deh!!

Pong    : kamu perempuan, jadi…..

Ping     : (histeris) aku bukan seorang ibu!! Aku bukan ibu kalian!! Aku adik kalian!! Tidakkah kalian mengerti? Sebagai kakak laki-laki ke mana saja kalian. Hanya menggantungkan segala urusan padaku!! (menangis)

P-P      : (menatap adiknya) ping…

Ping     : bisakah kalian bersikap layaknya seorang kakak? Kita hidup di bawah langit yang sama, rumah yang sama, darah kita pun sama, kenapa bertemu dan sekedar menyapa saja sulit. Sungguh kalian terasa asing bagiku. Aku tidak sedang hidup seorang diri kan di dunia ini!

Pang    : ping…jangan bikin gueikutan melow gini deh, gue gag maksud gitu sama lu…lu adek guelah. Kalo ada yang gangguin ato ngehina lu ya gue patahin tuh orang, gue pretelin skalian…

Pong    : kali ini pang begundal benar ping…maaf kalau selama ini kakak tidak memperhatikan mu atau kaluarga ini. Kakak juga kan bekerja demi keluarga.

Ping     : siapa yang butuh tumpukan uang? Ping ingin keluarga ini. Bapak, kak panng, dan kak pong……

DEREMIFASOLLASIDO KELUAR DARI TUMPUKAN KERTAS DAN PLASTIK SAMBIL MENGARAHKAN JARI TELUNJUK KE PING PONG PANG

SiDo    : hmh…benar itu!

MiFa   : hah! Tepat sekali!

SolLa  : oh…betapa setujunya diriku!

DoRe   : ho-ho-ho betul.betul.betul

(ping pong pang menoleh keheranan)

Pang    : ha? Monyet-monyet dari mana sih mereka?

Pong    : kau kenal badut-badut ini ping?

Ping     : (bingung)

MiFa   : hah! Kami adalah…

SolLa  : oh…kawanan terbaik…

SiDo    : hmh…yang ada di bumi ini…

DoRe   : ho-ho-ho untuk membantu ping!

PPP      : apa? (bingung)

DoRe   : ho-ho-ho aku DoRe

MiFa   : hah! Aku

SolLA  : oh…aku SolLa

SiDo    : hmh…aku SiDo

Pang    : aduh nyet…ngomong apaan sih lu semua? Gag ngerti deh gue? (menggaruk kepala yang tidak gatal)

DMSS : “kawanan pembawa solusi bahagia” DoReMiFaSolLaSiDo itulah kami!!

Pong    : (menganga keheranan) seseorang cubit aku…

Ping     : (membatu)

MiFa   : heh! Sulung-sulung tak berguna? (menunjuk bergabtian ke pang dan pong)

P-P      : ha? (bingung)

SiDo    : hmh…menyusahkan keluarga saja!

P-P      : apa?

SolLa  : oh…betapa menyedihkannya kalian…

P-P      : (saling tatap. Mulai kesal)

DoRe   : ho-ho-ho kal……

P-P      : diam kalian!!!!!

DMSS : (gemetar ketakutan sambil berangkulan. Kemudian berjalan mundur)

D-M    : egois!

S-S     : pecundang!

P-P      : pergiiiiii!!!!!! (hendak mengejar)

DMSS : (kabur)

Bapak  : (keluar rumah dengan terbatuk-batuk)

PPP      : bapak?

Ping     : (menghampiri) kenapa keluar?

Bapak  : bapak dengar ribut-ribut tadi (menatap satu persatu anaknya) tumben?

PPP      : (berangkulan) kita sudah akur pak.

Pong    : mulai menjaga keluarga bersama-sama.

Pang    : mulai ngangkat derajat keluarga kita yang udah diinjak-injak, dihina, direndahin ama orang-orang.

Bapak  : syukurlah!!

Ping     : (tersenyum haru)

Pong    : mulai sekarang pong akan mengatur keluar masuknya kertasdan plastik ini. Menatanya juga memperluas kreasinya

Pang    : nah masalah ngreasiin…lu gag usah kawatir deh pak….serahin aja ke gue…(mukul pelan ke dadanya bapak)

Ping     : kakak….yang sopan

Pong    : (menjitak pang) itu bapak kita bodoh!!

Bapak  : ibu kalian pasti bahagia di sana (menatap ke langit) lihat kami…kini bersatu sambil tersenyum seperti sebuah keluarga pada umumnya…kau bahagia? (batuk)

PPP      : bapak? Ayo masuk saja.

PING PONG PANG DAN BAPAKNYA MASUK KE RUMAH SAMBIL SESEKALI PING PONG PANG BERCANDA SALING PUKUL. SANG BAPAK DIPAPAH MASUK.

NB:

v     Tanggal 25 Maret 2011, selesainya.

v     Tema: k’Siha lagi ngangkat sepatu keds

v     Hub.tema ma naskah ini versi hilwani: nyeritain perjuangan untuk ngangkat mertabat yang diinjak2 ama dihina2 biar terhormat

v     Manajemen Dakwah

v     Semester Dua

v     Penyuka Death Note (L lawliet, Mello, Near, Math), Naruto, Drama Korea

^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: