lorong29

cover korea jiwa indonesia, all about my life, all about my favorite

konsep dasar komunikasi

Konsep Dasar Komunikasi Pemasaran

Sejumlah study menunjukkan bahwa ancangan komunikasi pemasaran banyak diadopsi dalam dua dekade terakhir yang disebabkan beberapa faktor utama. Di antaranya, semakin besarnya tuntutan dalam value for money untuk pengeluaran komunikasi pemasaran, meningkatnya tekanan ekonomis terhadap profitabilitas perusahaan, semakin canggih dan cermatnya para klien komunikasi pemasaran, adanya kekecewaan terhadap kinerja periklanan dan biro periklanan, adanya kecenderungan semakin terfragmentasinya saluran media komunikasi, berkurangnya efektifitas biaya periklanan tradisional. Semakin pesatnya pertumbuhan database marketing, meningkatnya kompetisi global, semakin banyaknya biro komunikasi pemasaran yang melakukan marger dan akuisisi, dan meningkatnya ekonomu harga.

Definisi yang diungkapkan Kotler, et al. (2004) “ konsep yang melandasi upaya perusahaan untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasi secara cermat berbagai saluran komunikasinya dalam rangka menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan persuasive mengenai organisasi dan produknya.  Elemen-elemen komunikasi yang dimaksud mencakup; periklanan, public relations, personal selling, promosi penjualan, dan online marketing. Elemen-elemen ini sangat berperan penting dalam  rangka mencapai sasaran-sasaran, seperti menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen, memperkuat sikap dan persepsi konsumen, dan berinteraksi dengan konsumen akhir maupun konsumen bisnis.

Kotler pun mengklasifikasikan media, alat, dan teknologi komunikasi pemasaran seperti berikut:

KATEGORI KOMUNIKASI PEMASARAN

MEDIA, ALAT, DAN TEKNOLOGI

Mass communication Periklanan melalui FTA-TV (free-to-air TV); radio; surat kabar; majalah; media luar ruang; bioskop; cooperative advertising; dan motion pictures; baik dengan maupun tanpa insentif promosi penjualan.
Targeted communication Pay-TV (TV satelit, TV kabel, narrowcast microwave TV); home shopping, public relation, door to door selling, catalog, direktori telepon, events (balap mobil formula satu), sponsorships; pameran dagang; dan automatic vending machines, baik dengan maupun tanpa insentif promosi penjualan.
In-store communication Penjualan di konter ritel, merchandising, location-TV dan location radio, rak pajangan, electronic aisle messaging, point of purchase media (trolley advertising); dan pengemasan, baik dengan maupun tanpa insentif promosi penjualan.
One-to-one communication Database marketing dalam segala bentuk, seperti direct mail, interactive TV, telemarketing (via telepon dan fax), telesales, electronic dispensing and kiosks, direct selling (di rumah dan di kantor), dan online value transformation, baik dengan maupun tanpa insentif promosi penjualan.

Pesan komunikasi bisa dari berbagai sumber. Dunchan dan moriarty mengidentifikasikan empat sumber utama pesan komunikasi, yaitu

Planned Messages: hasil dari kampanye komunikasi pemasaran terencana, misal melalui meeia tv, radio, majalah, surat kabar, direct mail, website wiraniaga. Pada umumnya tipe ini paling rendah kredibilitasnya, karena public mengetahui bahwa pesan-pesannya yang disampaikan telah direncanakan oleh pemasar dalam rangka membujuk pelanggan untuk bereaksi sebagaimana yang diharapakan oleh pemasar bersangkutan.

Product messages: pesan-pesan yang menyangkut perusahaan dan penawarannya yang disampaikan melalui produk fisik yang ditawarkan, misalnya desain produknfieik, cara kerja produk, dst.

Service messages, pesan-pesan yang dihasilkan melalui proses layanan/jasa, seperti penampilan, perilaku, dan sikap karyawan jasa, cara kerja sistem dan teknologi jasa, dan lingkungan atau suasana penyempaian produk dan jasa.

Unplanned messages: merupakan sumber pesan yang paling terpercara. Yang biasanya disampaikan oleh pelanggan lain yang berinteaksi, dengan pelanggan tertentu selama proses layanan/proses penyampaian informasigethok ular positif maupun menyangkut perusahaan dan produknya.

PROSES KOMUNIKASI PEMASARAN

Dalam rangka merancang komunikasi pemasaran, setiap pemasar perlu memahami proses komunikasi secara umum. Proses komunikasi yang terdiri atas pelaku komunikasi (pengirim dan penerima pesan), alat komunikasi (pesan dan media), fungsi komunikasi (encoding, decoding, respons, dan umpan nalik), dan gangguan. Pengirim pesan harus memahami siapa audiensi yang ingin dituju dan respons apa yang diharapkan. Pengirim pesan juga harus melakukan proses encoding (menerjemahkan pesan ke dalam simbol-simbol tertentu, seperti tulisan, gambar, kata-kata, ekpresi wajah dan bahasa tubuh) sedemikian rupa sehingga bisa dipahami dan diinterpretasikan oleh penerima dalam proses decoding (menerjemahkan simbol ke dalam makna atau pemahaman tertentu). Selain itu pengirim pesan harus mengirim pesan melalui media yang efisien agar dapat menjangkau audiensi sasaran dan memfasilitasi saluran umpan balik agar dapat memantau respons audiensi yang bersangkutan.

Akan tetapi, komunikasi bukanlah hal yang mudah dilakukan. Hal itu karena ada kemungkinan hal yang memungkinkan gangguan yang bisa menghambat efektivitas komunikasi. Gangguan tersebut antara lalin:

  • Intervensi pesan pesaing
  • Gangguan fisik
  • Masalah semantik
  • Perbedaan budaya dalam menghitung kembalian
  • Ketiadaan umpan balik

Di samping itu, hambatan lain yang tidak kalah besarnya adalah perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi selektif. Proses pengembangan komunikais pemasaran meliputi delapan tahap pokok yang saling terkait, yaitu:

  1. Mengidentifikasi audiensi sasaran
  2. Menentukan tujuan komunikasi
  3. Merancang pesan
  4. Memilih saluran komunikasi
  5. Menyusun anggaran komunikasi pemasaran total
  6. Menentukan bauran komunikasi pemasaran
  7. Mengimplementasikan komunikasi pemasaran
  8. Mengumpulkan umpan balik
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: