lorong29

cover korea jiwa indonesia, all about my life, all about my favorite

makalah_pasar uang

BAB I

PENDAHULUAN

  1. I.                   Latar Belakang

Tentunya kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Bursa / Pasar Uang.  Tahukah kalian apa yang dimaksud dengan pasar uang? Dan produk apa saja sih yang diperjualbelikan di pasar uang tersebut?

Sesuai dengan namanya, pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan.

Dan di pasar uang ini diperjualbelikan instrumen kredit jangka pendek.  Kredit yang dimaksud bisa berupa kredit harian (On Call), kredit bulanan (Prolongasi) maupun kredit tiga bulanan (Belening). Oleh karena kredit yang diperjualbelikan kurang dari satu tahun, maka disebut kredit jangka pendek.  Adapun jenis instrumen pada pasar uang antara lain SBI, SBPU, SUN, repurchase Agreement dan lain-lain.

Sedangkan para pelaku pasar uang diantaranya: Perusahaan bank, perusahaan asuransi dan perusahaan keuangan non bank lainnya.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.      Sejarah Pasar Uang

Karena dunia mengalami krisis moneter secara global maka munculah sebuah ide di dunia perekonomian yaitu diadakannya system simpan pinjam,kredit baik jangka panjang maupun jangka pendek seperti : SBI, SBPU, SUN, repurchase Agreement, yang akan bisa membantu perekonomian di saat krisis moneter.

  1. 2.      Pengertian Pasar Uang

Pasar uang adalah sebuah pasar untuk pemberian pinjaman-pinjaman jangka pendek (kurang dari satu tahun)[1]. Pasar uang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk membeli dan mengirimkan barang-barang persediaan (inventory), dan oleh perusahaan-perusahaan yang membantu membiayai jual-beli secara kredit untuk membiayai kredit konsumen, oleh bank-bank untuk membiayai kekurangan-kekurangan cadangan sementara dan oleh pemerintah-pemerintah untuk menembatani jurang antara penerimaan-penerimaan pajak dan pembelanjaan-pembelanjaan. Pasar uang bukanlah sebuah tempat (seperti saham) tetapi suatu kegiatan[2].

Pasar keuangan dapat berarti :

  1. Suatu sistem pasar yang memfasilitasi terjadinya perdagangan antar produk dan turunan keuangan seperti misalnya bursa efek yang memfasilitasi perdagangan saham, obligasi dan waran .
  2. Pertemuan antara pembeli dan penjual untuk memperdagangkan produk keuangan dalam berbagai cara termasuk penggunaan bursa efek, secara langsung antara penjual dan pembeli (over-the-counter) .

Pasar uang adalah suatu kelompok pasar dimana instrumen kredit jangka pendek, yang umumnya berkualitas tinggi diperjualbelikan. Fungsi pasar uang sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan non keuangan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun untuk menempatkan dana atas kelebihan likuiditasnya.

Pasar uang (bahasa Inggris: money market) merupakan pertemuan demand dan supply dana jangka pendek. Dalam pasar uang, valuta asing diperlukan untuk membayar kegiatan ekspor impor, hutang luar negeri. Pasar valuta asing (bahasa Inggrisforeign exchange marketforex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Pergerakan pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu JepangSingapura, danHongkong yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul 20.30–10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas. Fungsi perputaran uang menunjukkan bahwa perputaran uang berhubungan positif dengan tingkat bunga[3].

Menurut Pandji Anoraga dan Piji Pakarti (2001:20), pasar uang adalah suatu tempat pertemuan abstrak dimana para pemilik dana jangka pendek dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik secara langsung maupun melalui perantara. Sedangkan yang dimaksud dengan dana jangka pendek adalah dana-dana yang dihimpun dari perusahaan maupun perorangan dengan batasan waktu dari satu hari sampai satu tahun, yang dapat diperjualbelikan didalam pasar uang.

Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi.

Pasar uang bersama pasar modal sering kali diartikan sama, padahal kedua jenis pasar tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Pasar uang adalah :

  1. pasar yang menyediakan sarana peng alokasian dan pinjaman dana jangka pendek, karena itu pasar uang merupakan pasar likuiditas primer.
  2. Transaksi dalam pasar uang dilakukan dengan menggunakan sarana telekomunikasi. Sehingga pasar uang ini sering pula disebut dengan pasar abstrak karena pelaksanaan transaksi tidak dilakukan di tempat tertentu sebagaimana halnya dengan bursa efek pada pasar modal.
  3. Berkaitan dengan itu pasar uang merupakan pasar yang tidak terorganisasi (unorganized market)

Pasar modal adalah :

  1. Pasar modal berkaitan dengan surat-surat berharga yang berjangka panjang.

Dana yang diperjualbelikan dalam pasar modal adalah dana yang bersifat permanen atau semi permanen.

  1. Pasar modal berbeda dengan pasar uang dalam hal tempat pelaksanaan transaksi. Pasar modal memiliki tempat transaksi tertentu yang disebut bursa efek.
  2. Pasar modal adalah pasar yang terorganisasi (organized market) karena di samping memiliki tempat transaksi khusus, pelaksanaannya juga diatur dan diawasi oleh otoritas pasar modal yaitu Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal).

Persamaan kedua pasar tersebut adalah keduanya merupakan sarana bagi investor dalam melakukan investasi, di samping sebagai sarana mobilisasi dana bagi pihak yang membutuhkan dana. Dengan kata lain pasar uang dan pasar modal merupakan sarana investasi dan mobilisasi dana.

  1. 3.      Fungsi dan Manfaat Pasar Uang

Fungsi Pasar Uang:

  • perantara dalam perdagangan surat-surat berharga berjangkan pendek
  • penghimpun dana berupa surat-surat berharga jangka pendek
  • sumber pembiayaan bagi perusahaan untuk melakukan investasi
  • perantara bagi investor luar negeri dlm menyalurkan kredit jangka pendek kepada perusahaan di Indonesia
  • mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya;
  • memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan
  • Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.

Manfaat Pasar Uang:

  • Memacu suksesnya pembangunan ekonomi
  • Menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang semakin berkualitas
  • Terpenuhinya kebutuhan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan, seperti bahan dasar, bahan pembantu untuk kelancaran proses produksinya
  • Terpenuhinya kebutuhan barang dan jasa bagi masyarakat yang semakin berkualitas

  1. 4.      Instrumen Pasar Uang di Indonesia

Instrumen atau surat-surat berharga yang diperjualbelikan dalam pasar uang jenisnya cukup bervariasi termasuk surat-surat berharga yang diterbitkan oleh badan-badan usaha swasta dan negara serta lembaga-lembaga pemerintah.

Instrumen pasar uang yang ada di Indonesia menurut Dahlan Siamat (2001:208) adalah sebagai berikut :

1.   Sertfikat Bank Indonesia (SBI)

Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jaruh tempo satu tahun atau kurang.

SBI pertama kali diterbitkan pada tahun 1970 dengan sasaran utama untuk menciptakan suatu instrumen pasar uang yang hanya diperdagangkan antara bank-bank. Namun setelah deregulasi perbankan 1 Juni 1983, maka Bank Indonesia menerbitkan SBI sebagai instrumen kebijak sanaan operasi pasar terbuka, terutama untuk tujuan kontraksi moneter. SBI yang diterbitkan dan ditawarkan dengan sistem lelang.

Ilustrasi Transaksi Jual Beli SBI

Transaksi jual-beli SBI sebagaimana telah dijelaskan di atas dilakukan atas dasar diskonto. Faktor faktor yang mempengaruhi harga SBI adalah besarnya discount rate dan jumlah hari jatuh tempo SBI yang bersangkutan. Rumus yang digunakan dalam menghitung nilai tunai (proceeds) SBI adalah true discount sebagai berikut:

Atau

Contoh 1:

Bank Bhakti membeli SBI dengan penyelesaian pembayaran pada hari yang sama (same day settlement).

Jumlah nilai nominal SBI = Rp 1.000.000.000 Tingkat diskonto = 15 %

Jumlah hari jatuh tempo = 30 hari

Nilai tunai SBI adalah sebagai berikut:

Kemudian pada hari yang sama PT Bank Bhakti menjual SBI tersebut dengan persyaratan sebagai berikut:

Penyelesaian transaksi   = Same day settlement

Discount rate    = 14,5%

Jumlah hari jatuh tempo = 30 hari

Nilai tunai SBI tersebut adalah:

Keuntungan PT Bank Bhakti dari transaksi jual-beli SBI tersebut adalah Rp988.060.930 – ‘; Rp987.654.321 = Rp406.609

Contoh 2: Dengan tetap mengambil ilustrasi pada Contoh 1 di atas di mana PT Bank Bhakti membeli SBI yang memiliki kondisi sebagai berikut:

Nilai Nominal   = Rp 1.000.000.000

Penyelesaian     = Same day

Discount rate    = 15%

Jumlah hari jatuh tempo = 30 hari

Harga SBI        = Rp987.654.321

Selanjutnya, PT Bank Bhakti menahan SBI tersebut selama 10 hari, kemudian menjualnya dengan E kondisi berikut:

Penyelesaian transaksi   = Same day settlement

Discount rate    = 15%

Jumlah hari jatuh tempo = 20 hari

Maka harga SBI tersebut akan berjumlah:

Kalkulasi keuntungan PT Bank Bhakti atas transaksi SBI yang dipegang selama 10 hari tersebut di atas adalah:

Harga jual SBI = Rp991.735.537

Harga beli SBI = Rp987.654.321

Keuntungan      = Rp4.08 L216

Hasil efektif yang diperoleh PT Bank Bhakti selama 10 hari tersebut adalah:

Di mana :

Ey = Hasil efektif (Effective yield)

Ptl  = Harga jual SBI

NO = Harga beli SBI

Dengan demikian Effective yield :

       = 0,1488 atau 14,88%.

2.   Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Surat – surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh BI.

Ditinjau dari jenis transaksi dan warkatnya, SBPU dapat dibagi sebagai berikut:

1. Surat Sanggup (aksep/promes), dapat berupa:

a)      Surat sanggup yang diterbitkan oleh nasabah dalam rangka penerimaan kredit dari bank untuk membiayai kegiatan tertentu.

b)      Surat sanggup yang diterbitkan oleh bank dalam rangka pinjaman antarbank.

2. Surat Wesel, dapat berupa:

a)      Surat wesel yang ditarik oleh suatU pihak dan diaksep oleh pihak lain dalam rangka transaksi tertentu. Penarik dan atau tertarik adalah nasabah bank.

b)      Surat wesel yang ditarik oleh nasabah bank dan diaksep oleh bank dalam rangka pemberian kredit untuk membiayai kegiatan tertentu.

3.   Sertifikat Deposito

Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakaimya dengan deposito berjangka terletak pada sifat yang dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuli temponya melalui lembaga – lembaga keuangan lainnya:

  1. Commerecial Paper, Promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang.

2.  Call Money, Kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lainnya untuk jangka waktu pendek.

3.  Repurchase Agreement, Transaksi jual odi surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kcmbali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu

4.  Banker’s Acceptence, Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing.

  1. 5.      Indikator Pasar Uang

Uang memenuhi tiga fungsi penting, yang paling penting sebagai alat pertukaran. Fungsi sebagai alat pertukaran inilah yang membedakan uang dengan aset yang lain[4]. Indikator pasar uaing sangat diperlukan untuk mengukur atau paling tidak mengamati perkembangan pasar uang, Indikator pasar uang meliputi:

  1. 1.    Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (Rp)

Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk rupiah.

2.  Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (Rp)

Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk rupiah.

3.  Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (US$)

Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk US $.

4.  Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (US$)

Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk US $.

5.  J1BOR (Jakarta Interbank Offered)

Suku bunga yang ditawarkan untuk transaksi pinjam meminjam antar bank.

6.  Suku bunga deposito Rupiah (%/Th)

Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk Rupiah

7.  Suku bunga deposito US$ (%/Th)

Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk US $.

8.  Nilai Tukar Rupiah (Kurs)

Harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.

9.  Suku bunga kredit

Tingkat bunga kredit yang dikenakan bank atau lembaga keuangan lainnya kepada para kreditor

10.  Inflasi

Kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus suatu waktu tertentu

11.  Indeks Harga Konsumen (IHK)

Angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam suatu periode tertentu.

12.  Sertifikat Bank Indonesi (SBI)

Instrumen investasi jangka pendek yang bebas resiko

  1. Jenis-jenis Resiko Investasi di Pasar Uang

Risiko yang mungkin dihadapi investor dalam kegiatan investasi di pasar keuangan antara lain sebagai berikut:

Resiko yang ada[5] :

1.      Risiko pasar (interest-rate risk). Semua surat berharga termasuk instrumen pasar uang memiliki risiko yang disebut market risk atau kadang-kadang juga disebut interest rate risk,; yaitu risiko yang berkaitan dengan turunnya harga surat berharga (dan tingkat bunga naik) mengakibatkan investor mengalami capital loss.

2.      Risiko reinvestment. Dalam praktiknya bukan saja harga surat berharga yang dapat jahlh tetapi juga tingkat bunga. Turunnya harga sekuritas pada gilirannya menyebabkan timbulnya risiko investor yang disebut reinvestment risk; yaitu risiko terhadap penghasilan suatu aset finansial yang harus di-reinvest dalam aset yang berpendapatan rendah.

3.      Risiko gagal bayar. Risiko gagal bayar terjadi akibat tidak mampunya peminjam (debitor) memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan. Risiko ini juga disebut sebagai default risk atau credit risk.

4.      Risiko inflasi. Pemberi pinjaman menghadapi kemungkinan naiknya harga-harga barang dan jasa jasa yang akan menurunkan daya beli atas pendapatan yang diterimanya. Oleh karena itu risiko inflasi sering juga disebut dengan risiko daya beli (purchasing power risk).

5.      Risiko valuta (currency or exchange rate risk). Investor internasional dihadapkan pada risiko mata uang, yaitu kerugian yang terjadi akibat adanya perubahan yang tidak menguntungkan terhadap kurs mata uang asing.

6.      Risiko politik. Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan adanya perubahan ketentuan perundangan yang berakibat turunnya pendapatan yang diperkirakan dari suatu investasi atau bahkan akan terjadi kerugian total dari modal yang diinvestasikan.

7.      Marketability atau Liquidity risk. Risiko dapat terjadi apabila instrunien pasar uang yang dimiliki sulit untuk dijual kembali sebelum jatuh tempo. Sulitnya menjual kembali surat berharga  tersebut memberi risiko untuk tidak dapat mencairkan kembali instrumen pasar uang dalam bentuk uang tunai pada saat membutuhkan likuiditas sebelum jatuh tempo.

BAB III

PENUTUP

  1. 1.      Kesimpulan

Dari bab sebelumnya, kita dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut bahwa :

Pasar uang adalah suatu tempat pertemuan abstrak dimana para pemilik dana jangka pendek dapat menawarkan kepada calon pemakai yang membutuhkannya, baik secara langsung maupun melalui perantara.

Ciri – ciri pasar uang :

  1. Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek.
  2. Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.
  3. Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya pasar modal.

Pelaku – pelaku pasar uang :

  • Bank
  • Yayasan
  • Dana Pensiun
  • Perusahaan Asuransi
  • Perusahaan-perusahaan besar
  • Lembaga Pemerintah
  • Lembaga Keuangan lain
  • Individu Masyarakat

Jenis – jenis pasar uang :

Instrumen Pasar Uang di Indonesia

  • Sertfikat Bank Indonesia (SBI)
  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  • Sertifikat Deposito
  • Commerecial Paper
  • Call Money
  • Repurchase Agreement
  • Banker’s Acceptence

Indikator Pasar Uang

  • Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (Rp)
  • Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (Rp)
  • Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (US$)
  • Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (US$)
  • J1BOR (Jakarta Interbank Offered)
  • Suku bunga deposito Rupiah (%/Th)
  • Suku bunga deposito US$ (%/Th)
  • Nilai Tukar Rupiah (Kurs)
  • Suku bunga kredit
  • Inflasi
  • Indeks Harga Konsumen (IHK)
  • Sertifikat Bank Indonesi (SBI)

DAFTAR PUSTAKA

Hadiwigeno, Soetatwo dan Faried Wijaya. 1991. Lembaga-lembaga Keuangan dan Bank. Yogyakarta: BPFE

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/pasar-uang-definisi-instrumen-dan.html

http://www.google.com

Lucket, Dudley G. 1980. Uang dan Perbankan, ed.2. Jakarta: Erlangga

Mceachern, William A. 2000. Ekonomi Makro: Pendekatan Kontemporer. Jakarta: Salemba Empat

Mankiw, N. Gregory. 2006. Makroekonomi. Jakarta: Erlangga


[1] Dudley G. Lucket, edisi ke 2, Uang dan Perbankan, (Jakarta: Erlangga, 1981), hlm. 158

[2] Ibid, hlm. 160

[3] N. Gregory Mankiw, makroekonomi. Ed.6, (Jakarta: erlangga, 2006), hlm. 291

[4] William A Mcea Chern, Ekonomi Makro: Pendekatan Kontemporer, (Jakarta: Salemba Empat, 2000)

2 Komentar

    Trackbacks

    1. Sejarah dan Klasifikasi Pasar Uang | Cinta Innocent
    2. Sejarah dan Klasifikasi Pasar Uang | MY Imagination

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: