lorong29

cover korea jiwa indonesia, all about my life, all about my favorite

Sejarah Dakwah Madura

NAMA  : HILWANI SARI

NIM      : B54210065

KELAS : MANAJEMEN DAKWAH_SEMESTER3 / D2

TUGAS : SEJARAH DAKWAH DI INDONESIA

 

PANGERAN ONGGU’

Asal – usul dari nama Pangeran Onggu’ berasal dari bahasa Madura, Yang artinya : Pangeran Menganggu’ ( Pangeran Menyetujui ). Pada suatu malam Pangeran Pratano yaitu putera dari Pangeran Pragalbo bermimpi kedatangan Sunan Maughribi atau Sunan Kudus, beliau berkata di dalam mimpi, Kiyai Pratano disuruh pergi menghadap ke Sunan Kudus yang katanya ada perlu penting sekali. Di kisahkan pada masa pemerintahan Kiyai Pragalbo, konon beliau pemeluk agama Budha. Juga Kiyai Pratano masih beragama Budha.

Setelah sekian lama memerintah, umur Kiyai Pragalbo sudah usia lanjut. Dikisahkan pula, Pratano sampai bermimpi tiga kali. Akhirnya Kiyai Pratano memberitahukan mimpinya itu kepada ayahnya, yaitu Pangeran Pragalbo. Maka disuruhlah Pangeran Pratano pergi menghadap ke Demak yaitu : Sunan Kudus. Akan tetapi Pangeran Pratano tidak pergi sendiri. Beliau menyuruh patihnya yang bernama Kiyai Fagina. Setelah diutus Kiyai Fagina langsung berangkat. Konon Kiyai Fagina dari Arosbaya terbang, sampai di Kamal, kemudian berjalan di atas air ( lautan ). Akhirnya sampai di pintu masuk yaitu di rumah Sunan Kudus. Di dalam pertemuan itu Sunan Kudus tidak memperbolehkan masuk. Boleh masuk asalkan permintaan Sunan Kudus disetujui. Konon, Kiyai Fagina selain sakti mandraguna, badannya berbulu, rambutnya panjang, kukunya panjang-panjang dan kumisnya seperti kepalan tangan. Akhirnya setelah sunan Kudus berkata dengan lemah lembut, kemudian Sunan Kudus bertanya, siapa namanya, dimana tempat tingggalnya dan ada keperluan apa ki sanak sampai kesini. Dan boleh masuk asalkan bulu-bulunya dicukur, dan diperpendek. Juga kumisnya di cukur ( diperkecil ). Sambil bersujud Ki Fagina memberi tahu namanya, dan juga tempat tinggalnya, dan juga semua permintaan beliau ( Sunan Kudus ) dengan rela hati dituruti. Kemudian Kiyai Fagina memberi tahu kepada Sunan Kudus, bahwa kedatangan saya ke sini, diperintah Kiyai Pratano yaitu putera dari dari Kiyai Pragalbo, oleh karena bermimpi bertemu Sunan Kudus sampai tigakali. “O ia, kisanak saya memang ingin sekali raganya ki sanak yaitu Pangeran Pragalbo, juga Kiyai Pratano juga  kamu patih Fagina, supaya masuk agama Islam”.

Kemudian Sunan Kudus menyuruh patih Fagina mandi dan dimandikan juga oleh Sunan Kudus. Setelah dimandikan, akhirnya Kiyai Fagina disuruh duduk. Kemudian dibacakan sahadat sambil menyuruh beliau membaca sahadat, kemudian rukun Islam yang lima, juga rukun Iman dan agoit 50 ( sifat 20 ) untuk dijalani. Dari hari ke minggu, minggu ke bulan akhirnya sudah 6 bulan lamanya berada di Sunan Kudus. Maka berpamitlah pulang Kiyai Fagina untuk memberitahukan hal yang di dapat dari Sunan Kudus yaitu agama Islam. Sesampai diujung yang sekarang bernama Perak, dengan tidak membuang-buang waktu melompatlah Kiyai Fagina ke laut. Oleh karena kebiasaan di waktu dahulu. Seketika itu pula Kiya Fagina tenggelam dan tidak bisa berenang. Dan semua yang melihat mentertawakan Kiyai Fagina. Sebagian berkata : Apakah orang itu sudah gila ?, sambil berteriak Kiyai Fagina : kenapa saya ini, sebelum masuk Agama Islam saya bisa berjalan di atas air ( laut ) tapi sekarang setelah masuk Agama Islam saya tidak bisa apa-apa. Kalau begitu saya kembali lagi ke Sunan Kudus ingin memberitahukan kejadian ini. Sesampainya dihadapan Sunan Kudus Kiyai Fagina memberitahu semua yang dialaminya. Dengan berkata lemah lembut Sunan Kudus menjelaskan tentang agama Islam yang sesungguhnya. “Ketahuilah Kiyai Fagina, agama Islam itu agama yamg paling suci, oleh karena orang Islam itu hanya ingin keselamatan di dunia dan keselamatan di akherat, dan harus menjauhkan yang 4 perkara :

1. Ujub : merasa dirinya paling kuat, paling pintar, paling berani dan merasa sakti dan lain-lainnya

2. Sum’a : setiap tingkah laku ingin dilihat orang banyak dan lain-lainnya

3. Riya’ : kalau bersuara ingin di dengar orang banyak dan lain-lainnya

4. Kibbir : ingin ke sohor kemana-mana,tidak pernah merasa puas,artinya tidak pernah bersyukur.

Di dalam agama Islam tidak diperbolehkan. Oleh karena agama Islam itu mempunyai sahadat. Dan juga agama Islam itu semua yang di dapat dari Allah Subhanahuwata ala. Artinya : Manusi itu bodoh, dan tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Dan selain Agama Islam itu jaya di dunia dan hancur di alam akherat kelak. Oleh karena semua kedikdayaan yang di dapat diperoleh dari nafsu ( keinginan yang memaksa ). Buktinya ada bertapa 7 hari 7 malam, ada pati geni katanya dan lain-lain. Itu semua oleh karena ada iming-iming yang katanya bisa terbang dan bisa berjalan di atas air. Akhirnya memaksa dan bernafsu mengharuskan bisa. Sehingga semua yang dia dapat atas dari hasilnya bertapa ( berpuasa ). Artinya : Hasil dari dirinya sendiri. Dan apa yang dia dapat hasil dari nafsu. Yang tiada lain nafsu itu adalah iblis ( rajanya setan ). Sedang iblis itu musuhnya Alloh SWT. Beliau ( Sunan Kudus ) berkata lagi kepada Kiyai Fagina. “Ketahuilah ki sanak di Agama Islam tidak ada kata-kata sakti yang ada hanyalah karomah. Artinya : anugerah ( kanugrahan ) yaitu : pemberian langsung dari Allah SWT.
Jadi dari hasil ilmu memaksa bertapa, berpuasa 7 hari 7 malam, dan pati geni dan lain-lainnya, itu artinya ilmu kanuragan yaitu ilmu kenerakaan lengkapnya ilmu menuju ke neraka.
Tapi jangan kuatir di dalam kitab Algur’an Allah berfiman :

bÎ) ãNä.÷ŽÝÇZtƒ ª!$# Ÿxsù |=Ï9$xî öNä3s9 ( bÎ)ur öNä3ø9ä‹øƒs† `yJsù #sŒ “Ï%©!$# Nä.çŽÝÇZtƒ .`ÏiB ¾Ínω÷èt/ 3 ’n?tãur «!$# È@©.uqtGuŠù=sù tbqãYÏB÷sßJø9$# ÇÊÏÉÈ

Artinya : “Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (Tidak memberi pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. ( Ali Imran 160 )”

Dengan rasa mantap Kiyai Fagina langsung bersujud dihadapan Sunan Kudus dan langsung pamit pulang. Sesampainya di alas Plakaran yang sekarang Arosbaya, langsung disambut atas kedatangan Kiya Fagina oleh Kiyai Pratano dan para menteri beserta para punggawa, karena ingin tahu apa sesungguhnya yang diperoleh dari Sunan Kudus. Kemudian setelah semua berkumpul laki-laki, perempuan tua dan muda, akhirnya Pangeran Pratano bertanya kepada Kiyai patih : “Wahai Kiyai patih Fagina apa gerangan yang diperoleh dari Sunan Kudus ?”. Kiyai Fagina menjawab: “Duh Gusti Pangeran Pratano, tiada lain yang saya peroleh adalah Agama Islam”. Kiyai Pratano setelah mendengar patihnya masuk Islam sangat marah sekali. Sehingga mau membunuh Kiyai Patih Fagina. Akan tetapi semua para menteri juga para penasehat menenangkan Kiyai Pratano. Dan sama mufakat ingin tahu seperti apa Agama Islam. Akhirnya Kiyai Fagina menceritakan isinya Agama Islam. Dari membaca Sahadat dua dan rukun Islam adanya 5 ( lima ) dan juga rukunnya Iman ada 6 ( enam ) terus sifat yang 20 ( dua puluh ) beserta isinya. Dan diwaktu pamit pulang,dan kembali kehadapan Suanan Kudus.

Sehingga para menteri dan para punggawa dan hadirin sama-sama tertawa ( perihal diwaktu terjun ke laut yang pada akhirnya tenggelam karena tidak bisa berjalan di atas air ), kemudian Kiyai Pratani berfikir dalam hatinya, benar juga Agama Islam itu adalah agama yang paling sempurna atau agama yang paling suci. Dan semua para menteri, para punggawa tidak ketinggalan penasehat raja juga setuju bahwa Agama Islam agama yang paling sempurna atau agama yang paling suci.

Di lain pihak di waktu itu Ki Pragalbo sakit keras oleh karena usianya semakin tua. Akhirnya Pangeran Pratano dan semua menteri,punggawa dan semua yang hadir sama-sama mufakat, pergi kehadapan Pangeran Pragalbo ( ayahnya Ki Pratano ) ingin memberitahu tentang isinya Agama Islam. Sesampainya dihadapan Pangeran Pragalbo, pada waktu itu sakit, sakitnya semakin parah.Dengan tidak panjang lebar Pangeran Pratano memberitahu tentang isinya Agama Islam. Oleh karena sakitnya Pangeran Pragalbo bertambah keras, akhirnya Pangeran Pratano membaca sahadat dua. Juga Pangeran Pragalbo hanya menganggu’-nganggu’ ( onggu’ ). Dan terus sampai selesai hanya menganggu’ yang menandakan agama Islam itu adalah agama yang paling benar ( suci ) terus sampai menghembuskan nafas yang terakhir atau menemui ajalnya. Oleh karena menganggu’ terus akhirnya diberi nama atau julukan Islam Onggu’.Beliau wafat pada tahun 1531.

Menganggukkan dalam bahasa Madura berarti ongguk. Maka sejak itulah Raden Pragalbo lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Ongguk. Berita tentang Raden Pragalbo yang masuk Islam ini kemudian menyebar di kalangan rakyat dan selanjutnya diikuti oleh seluruh rakyatnya. Meski demikian, agama Islam awalnya lebih dikenal dengan sebutan Islam Ongguk mengacu pada proses masuknya Raden Pragalbo atau Pangeran Ongguk saat masuk Islam. Mangkatnya Raden Pragalbo kemudian diganti oleh Raden Pratanu atau yang juga dikenal dengan sebutan Ki Lemah Duwur.

Dibawah pemerintahannya, Islam menjadi agama baru yang terus berkembang. Raden Pratanu pun membenahi akidah dan syariat islam di kalangan rakyatnya termasuk prosesi masuk islam yang tidak hanya sekedar mengangguk tapi juga harus mengucapkan sumpah dua kalimat syahadat, yakni bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan bersaksi Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT. Meski masuk Islam hanya dengan sekedar mengangguk di penghujung hayatnya, Raden Pragalbo atau Pangeran Ongguk benar-benar diakui sebagai Raja Madura pertama di kawasan Madura Barat.

ISLAM DI MASA KI LEMAH DUWUR

Pada saat Ki Pratanu di angkat sebagai Putra Mahkota pada tahun 1528, Islamisasi di wilayahMadura Barat berjalan dengan baik,terlebih lagi setelah beliau mejadi Pemerintahan Ki Lemah Duwur dengan memindahkan pusat. Pemerintahan ke Arosbaya, hubungan dengan pusat penyebaran agama islam di Jawa Timur seperti Surabaya (Ampel), Grsik, dan tuban semakin lancer baik Islamisasi di Madura Barat maupun hubungan perniagaan dengan para pedagang islam yang berlebur di Arosbaya, sehingga Arosbaya mejadi maju pesat.

Ki Lemah Duwur mejalin hubungan lebih luas lagi dengan kerajaan panjang di Jawa Tengah dank arena di anggap orang penting di antara rja-raja di Jawa  Timur, kemudian oleh sultanpanjang hubungan tersebut di pererat melalui ikatan “perkawinan trima “ dengan salah seorang putrid panjang. Prestasi yang di capai Ki lemah duwur dengan srategi memindahkan kratonnya ke Arosbaya sebagai daerah maritim, membuktikan bahwa beliau seorang pemimpin yang memiliki cakrawala pemikiran yang luas untuk mencapai kemakmuran seta kemajuan rakyatnya.

Dalam hal mengembangkan Agama Islam di Madura Barat, beliau juga merupakan lambang seorang tokoh yang sangat besar perannya, kare pada masa pemerintahannya, beliau membangun masjid pertama di Arosbaya serta tekun menjaga rakyatnya untuk memeluk agama islam, termasuk upaya mengislamkan ayahnya sendiri ketika masih hidup sampai mejelang wafatnya. Dengan demikian Ki Lemah Duwur yang mengawali msa pemeritahanya di Madura barat (Arosbaya) pada tahun 1531 adalah momentum yang paling tepat sebagai acuan untuk menentukan tahun hari jadi Bangkalan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: