lorong29

cover korea jiwa indonesia, all about my life, all about my favorite

Forecasting pada Lingkungan Stabil dan Dinamis

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang

Forecasting adalah peramalan (perkiraan) mengenai sesuatu yang belum terjadi. Jumlah penduduk, pendapatan perkapita, volume penjualan perusahaan, konsumsi dan sebagainya selalu berubah-ubah, dan perubahan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sangat kompleks. Misalnya: kebudayaan masyarakat, penghasilan keluarga, keadaan pribadi dan sebagainya yang sukar untuk ditentukan sebelumnya secara pasti. Lingkungan suatu organisasi terdiri dari beberapa variabel yang mempunyai pengaruh terhadap prestasi suatu organisasi, tetapi organisasi itu sendiri sedikit atau  malah tidak dapat mempengaruhi lingkungan tersebut[1]

Forecasting bertujuan meminimumkan pengaruh ketidakpastian terhadap perusahaan:

—  Lingkungan Sosial dan Kontrol:

—  Lingkungan Sosial berupa keadaan sosial atau masyarakat di sekitar perusahaan. Mereka mempunyai corak masyarakat, kehidupan, kebudayaan dll. yang akan mempengaruhi kehidupan perusahaan, sehingga perusahaan harus menyesuaikan.

—  Lingkungan kontrol ini datangnya biasanya dari pemerintah melalui larangan-larangan, peraturan-peraturan dan sebagainya.

—  Kedua macam lingkungan (sosial dan kontrol) tidak bisa dihindari oleh perusahaan. Perusahaan hanya bisa mempengaruhi sedikit saja terhadap lingkungan ini. Lingkungan ini tidak bisa diforecast.

—  Lingkungan Teknis:

—  Lingkungan menyangkut cara-cara produksi atau tingkat teknologi yang ada, perusahaan tidak bisa menghindari, biasanya hanya mengikuti.

—  Misalnya kalau terdapat penemuan teknologi baru yang mengakibatkan mesin-mesin serta cara produksi perusahaan ketinggalan jaman, perusahaan hanya bisa mengikuti/menyesuaikan.

Keadaan teknis dan kemajuan teknologi ini tidak bisa diramal/diforecast

—  Lingkungan Ekonomi Makro:

—  Lingkungan ini meliputi keadaan perekonomian di tempat perusahaan berada atau memasarkan hasil produksinya. Keadaan perekonomian ini bersifat tidak tentu, tetapi masih bisa diramalkan.

—  Misalnya jumlah penduduk, income perkapita, jumlah angkatan kerja, dan sebagainya.

Disinilah pentingnya forecast bagi perusahaan. Organisasi harus membuat ramalan masa depan[2]. Perusahaan bisa membuat forecast mengenai penjualannya, permintaan total, angkatan kerja, dan sebagainya

—  Forecast adalah peramalan apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang tetapi belum tentu bisa dilaksanakan oleh perusahaan, sedang rencana merupakan penentuan apa yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.

—  Misalnya: forecast/ramalan permintaan konsumen akan suatu barang 12.000 unit pada tahun yang akan datang, berarti konsumen akan membutuhkan 12.000 unit pada tahun tersebut. Apakah perusahaan pasti mampu melayani semuanya? Belum tentu. Mungkin kapasitas maksimum perusahaan hanya 10.000 unit, jadi rencana penjualan perusahaan hanya bisa 10.000.

Untuk membuat rencana penjualan, perusahaan harus mempertimbangkan kapasitas, fasilitas, elastisitas harga, forecast permintaan konsumen, dll

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Teori Peramalan

Untuk menyelesaikan masalah di masa datang yang tidak dapat dipastikan, orang senantiasa berupaya menyelesaikannya dengan model pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan perilaku aktual data, begitu juga dalam melakukan peramalan. Peramalan (forecasting) permintaan akan produk dan jasa di waktu mendatang dan bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan produksi. Suatu peramalan banyak mempunyai arti, maka peramalan tersebut perlu direncanakan dan dijadwalkan sehingga akan diperlukan suatu periode waktu paling sedikit dalam periode waktu yang dibutuhkan untuk membuat suatu kebijaksanaan dan menetapkan beberapa hal yang mempengaruhi kebijaksanaan tersebut. Peramalan diperlukan disamping untuk memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang juga para pengambil keputusan perlu untuk membuat planning.

  1. Definisi Peramalan (Forecasting)

Peramalan adalah suatu perkiraan tingkat permintaan yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang. Oleh karena itu, peramalan pada dasarnya merupakan suatu taksiran, tetapi dengan menggunakan cara-cara tertentu peramalan dapat lebih daripada hanya satu taksiran. Dapat dikatakan bahwa peramalan adalah suatu taksiran yang ilmiah meskipun akan terdapat sedikit kesalahan yang disebabkan oleh adanya keterbatasan kemampuan manusia.

Sebelum menjabarkan tentang peramalan ini, maka terlebih dahulu diuraikan tentang definisi dari peramalan itu sendiri.

Menurut John E. Biegel:

“Peramalan adalah kegiatan memperkirakan tingkat permintaan produk yang diharapkan untuk suatu produk atau beberapa produk dalam periode waktu tertentu di masa yang akan datang”. (John E. Biegel, 1999)

Dalam peramalan (forecasting) tidak jarang terjadi kesalahan misalnya saja penjualan sering tidak sama dengan nilai eksak yang diperkirakan. Sedikit variasi dari perkiraan sering dapat diserap oleh kapasitas tambahan, sediaan penjadwalan permintaan. Tetapi, variasi perkiraan yang besar dapat merusak operasi. Ada tiga cara untuk mengakomodasi perkiraan, yaitu: yang pertama adalah mencoba mengurangi kesalahan melakukan pemerakiraan yang lebih baik. Yang kedua adalah, membuat fleksibilitas pada operasi, dan yang terakhir adalah mengurangi waktu tunggu yang dibutuhkan dalam prakiraan. Tetapi kemungkinan kesalahan terkecil adalah tujuan yang konsisten dengan biaya prakiraan yang masuk akal.

Menurut Buffa:

“Peramalan atau forecasting diartikan sebagai penggunaan teknik-teknik statistik dalam bentuk gambaran masa depan berdasarkan pengolahan angka-angka historis”. (Buffa S. Elwood, 1996)

Menurut Makridakis:

Peramalan merupakan bagian integral dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen”. (Makridakis, 1988)

Organisasi selalu menentukan sasaran dan tujuan, berusaha menduga faktor-faktor lingkungan, lalu memilih tindakan yang diharapkan akan menghasilkan pencapaian sasaran dan tujuan tersebut. Kebutuhan akan peramalan meningkat sejalan dengan usaha manajemen untuk mengurangi ketergantungannya pada hal-hal yang belum pasti. Peramalan menjadi lebih ilmiah sifatnya dalam menghadapi lingkungan manajemen. Karena setiap organisasi berkaitan satu sama lain, baik buruknya ramalan dapat mempengaruhi seluruh bagian organisasi. (Makridakis, 1988)

  1. Peranan dan Kegunaan Peramalan

Beberapa bagian organisasi dimana peramalan kini memainkan peranan yang penting antara lain: (Makridakis, 1988)

a. Penjadwalan sumber daya yang tersedia

penggunaan sumber daya yang efisien memelukan penjadwalan produksi, tranportasi, kas, personalia dan sebagainya.

b. Penyediaan sumber daya tambahan

Waktu tenggang (lead time) untuk memperoleh bahan baku, menerima pekerja baru, atau membeli mesin dan peralatan dapat berkisar antara beberapa hari sampai beberapa tahun. Peramalan diperlukan untuk menentukan kebutuhan sumber daya di masa mendatang.

c. Penentuan sumber daya yang diinginkan

Setiap organisasi harus menentukan sumber daya yang ingin dimiliki dalam jangka panjang. Keputusan semacam itu bergantung pada kesempatan pasar, faktor-faktor lingkungan dan pengembangan internal dari sumber daya finansial, manusia, produk dan teknologis. Semua penentuan ini memerlukan ramalan yang baik dan manajer dapat menafsirkan perkiraan serta membuat keputusan yang tepat.

Walaupun terdapat banyak bidang lain yang memerlukan peramalan namun tiga kelompok di atas merupakan bentuk khas dari keperluan peramalan jangka pendek, menengah dan panjang dari organisasi saat ini. Dengan adanya serangkaian kebutuhan itu, maka perusahaan perlu mengembangkan pendekatan berganda untuk memperkirakan peristiwa yang tiak tentu dan membangun suatu sistem peramalan. Pada gilirannya, organisasi perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang meliputi paling sedikit empat bidang yaitu identifikasi dan definisi masalah peramalan, aplikasi serangkaian metode peramalan, prosedur pemilihan metode yang tepat untuk situasi tertentu dan dukungan organisasi untuk menerapkan dan menggunakan metode peramalan secara formal.

Tiga kegunaan peramalan antara lain adalah:

1. Menentukan apa yang dibutuhkan untuk perluasan pabrik.

2. Menentukan perencanaan lanjutan bagi produk-produk yang ada untuk dikerjakan dengan fasilitas yang ada.

3. Menentukan penjadwalan jangka pendek produk-produk yang ada untuk dikerjakan berdasarkan peralatan yang ada

Dalam sebuuah perusahaan dapat dibuat perencanaan dengan berbagai asumsi, tetapi harus mempunyai korelasi agar dapat diintegrasikan ke dalam rencana induk perusahaan. Selanjutnya, berhubung waktu berlalu cepat, maka berlakunya asumsi-asumsi tersebut perlu ditinjau kembali dan disesuaikan dengan kondisi waktu yang nyata. Rencana-rencana yang dibuat oleh berbagai sub unit perusahaan tidak dapat lepas dari rencana induk yang mencakup seluruh sub rencana[3]. Untuk dapat membuat suatu rencana yang cukup berbobot, para manajer yang bersangkutan harus memiliki informasi-informasi yang berhubungan dengan:

1)      Lingkungan, yakni data tentang ekonomi, politik, dan faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap iklim operasional dari perusahaan yang bersangkutan

2)      Persaingan, yakni informasi tentang (a) industria dan (b) sasaran-sasaran yang telah dicapai oleh anggota-anggota perusahaan di dalam industria tersebut

3)      Perusahaan yang bersangkutan, yakni identifikasi tentang kekuatan perusahaan, kelemahan, sifat-sifat, pencapaian tujuan dan ambisi-ambisi

Tidak semua informasi tersebut dapat memberi manfaat. Pembuat rencana harus memiliki informasi-informasi yang relevan dengan tugasnya. Informasi yang kurang atau berlebihan dapat menghambat perencanaan. Beberapa keuntungan yang dihasilkan oleh perencana strategi antara lain[4]:

  • Kesalahan-kesalahan dan tempat-tempat yang lemah dapat diperbaiki
  • Memberi bantuan untuk mengambil keputusan terhadap hal-hal dan waktu yang tepat
  • Membantu mengatasi ketidakpastian di masa yang akan datang
  • Mengambil langkah-langkah di masa mendatang dalam usaha membentuk massa depan yang diinginkan dan yang akan disoroti

Sasaran dari perencanaa strategis adalah untuk mengembangkan berbagai alternative strategi untuk dapat memilih strategi yang terbaik. Beberapa jenis strategi adalah sebagai berikut:

  1. tempa besi sewaktu masih panas. Ambil langkah-langkah pada saat tepat; esok misalnya, mungkin akan memberikan hasil yang sebaliknya atau bahkan menimbulkan kesulitan-kesulitan
  2. waktu merupakan penyembuh yang mujarab. Berbagai problema akan sirna atau selesai sendiri jika tersedia cukup waktu untuk itu. Jangan tergesa-tergesa atau memaksakan tindakan-tindakan tertentu; tunggulah hingga menjadi “cair” dengan sendirinya atau menjadi sesuai dengan tindakan-tindakan yang telah direncanakan
  3. menjadi jenuh dari dalam. Carilah anggota-anggota perusahaan yang bersimpati terhadap tindakan-tindakan tertentu, kemudian gunakan mereka untuk menyebarluaskan arah tujuan yang diinginkan. Berilah pengaraha secara tidak langsung kepada kelompok kerja yang mempunyai dedikasi kerja tersebut. Jika sudah memperoleh banyak “pengikut”, lanjutkan rencana kerja yang bersangkutan
  4. bagi tugas dan awasi. Bagi kelompok-kelompok kerja menjadi unit-unit yang terpisah supaya ada seorang pengawas yang mengendalikan dan mengontrol kegiatan-kegiatan mereka.
  1. Ketidakpastian Lingkungan

Ketidakpastian lingkungan merupakan kompleksitas lingkungan yang mempengaruhi organisasi yang mempunyai resiko kegagalan yang tinggi. Pengaruh lingkungan terhadap organisasi dapat dianalisis melalui kompleksitas dan stabilitas lingkungan. Ketidakpastian (uncertainty) lingkungan menunjukkan keadaan yang mana pimpinan organisasi tidak mempunyai informasi yang cukup mengenai keadaan lingkungannya, sehinga menyebabkan munculnya kesulitan dalam memperkirakan perubahan-perubahan lingkungan yang akan terjadi[5].

Dalam membuat prediksi, para pimpinan harus memahami tentang kondisi lingkungan yang selalu berfluktuasi dan tidak menentu. Dalam kondisi yang penuh resiko, pengambil keputusan hanya mempunyai sedikit informasi tentang konsekuensi dari suatu keputusan yang direncanakan, yang berarti bahwa kondisi resiko berada diantara kondisi kepastian dan kondisi yang sama sekali tidak pasti (Certo, 1986).

Lingkungan yang sederhana dan stabil terdapat ketidakpastian yang rendah. Hanya sedikit elemen lingkungan yang harus diperhatikan dan elemen tersebut jarang mengalami perubahan. Lingkungan yang kompleks dan stabil mengakibatkan ketidakpastian lingkungan yang agak besar dari segmen sebelumnya. Terdapat banyak elemen lingkungan yang harus diperhatikan dan dianalisis agar organisasi dapat berfungsi dengan baik. Akan tetapi jumlah elemen lingkungan tersebut sedikit mengalami perubahan. Lingkungan yang sederhana dan tidak stabil menunjukkan tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi. Elemen lingkungan lebih berpengaruh terhadap besarnya ketidakpastian terhadap organisasi.

Lingkungan yang kompleks dan tidak stabil merupakan segmen lingkungan dengan tingkat ketidakpastian yang paling tinggi. Terdapat sejumlah besar elemen lingkungan yang selalu berubah secara tidak terduga sehingga menjadi sulit untuk dianalisis dan menimbulkan ketidakpastian yang tinggi bagi organisasi. Karakteristik dari elemen-elemen lingkungan berpengaruh terhadap tingkat ketidakpastian yang harus dihadapi oleh organisasi. Elemen tersebut merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan yang merupakan elemen yang menentukan corak atau tekstur lingkungan (causal texture) yang memperlihatkan bagaimana elemen-elemen lingkungan yang saling berkaitan membentuk kesempatan atau menjadi ancaman bagi organisasi.

Lingkungan tenang-acak (placid-randomized) merupakan jenis lingkungan yang paling sederhana. Keadaannya tenang, yang berarti elemen-elemen berubah secara perlahan. Kesempatan dan ancaman jarang muncul, tetapi lingkungan ini bersifat acak yaitu perubahan pada suatu elemen terjadi tanpa bisa diduga sebelumnya dan tanpa ada kaitannya

dengan elemen yang lain. Lingkungan tenang mengelompok (placid-clustured) merupakan lingkungan yang cukup stabil tetapi lebih kompleks. Elemen lingkungan berkaitan satu dengan yang lain dan dapat berubah bersamaan, sehinga bentuk kesempatan dan ancaman muncul dalam bentuk kelompok yang bisa membahayakan organisasi. Organisasi perlu mengantisipasi dan berusaha menghindari bahaya dengan adanya perubahan tersebut.

Lingkungan diganggu bereaksi (disturbed-reactive) merupakan lingkungan dengan perubahan yang tidak lagi bersifat acak. Tindakan organisasi bisa dianggap mengganggu ketenangan lingkungan sehingga akan mengundang reaksi dari organisasi lainnya. Lingkungan seperti hanya terbentuk oleh sejumlah organisasi besar yang cukup kuat untuk

mempengaruhi lingkungan. Lingkungan kacau (turbulent field) merupakan lingkungan yang ditandai dengan kompleksitas yang tinggi dan perubahan yang drastis dan saling berkaitan. Lingkungan seperti ini akan memberikan akibat negatif terhadap organisasi, karena perubahan dramatis bisa menyebabkan hilangnya organisasi, seperti penemuan teknologi baru yang bisa menghapus teknologi lama atau kebijakan pemerintah yang membuat otoritas tertentu.

Lingkungan yang dinamis membuat organisasi mempunyai tipe-tipe tertentu dalam mengantisipasi lingkungan yang beragam

  1. Strategi Mengendalikan Lingkungan

Organisasi mempunyai ketergantungan ganda terhadap lingkungannya. Satu sisi organisasi memproduksi produk dan jasa yang merupakan output, sedangkan sisi lain organisasi mendapatkan input dari lingkungannya. Posisi organisasi menjadi berbahaya jika pertukaran input dan output menjadi tidak seimbang.

Beberapa strategi untuk mengendalikan lingkungan, yang diambil dari silabi dosen teori organisasi, sebagai berikut:

  1.                     i.            Menciptakan hubungan yang baik dengan elemen-elemen lingkungan yang terpenting:

ü  Integrasi melalui merger: Mengintegrasikan organisasi lain yang merupakan sumber ketidakpastian dan menggabung menjadi bagian dari organisasi

ü  Kontrak/joint venture: Mengurangi ketidakpastian melalui ikatan yang bersifat formal dengan organisasi lain

ü  Kooptasi (cooptation) atau interlocking:

Kooptasi : usaha untuk mengadopsi seseorang yang dianggap penting dari lingkungan untuk masuk menjadi anggota organisasi

Interlocking : seseorang yang mempunyai kedudukan penting pada beberapa organisasi lain diadopsi organisasi, sehingga orang tersebut bisa menjadi saluran komunikasi antar organisasi

ü  Pengangkatan eksekutif: seseorang yang mempunyai kedudukan penting ataupun berpengaruh dalam lingkungan, diadopsi oleh organisasi untuk membina hubungan baik dengan lingkungan tempat eksekutif tersebut berasal

ü  Iklan dan hubungan masyarakat:

Iklan: tujuannya untuk mempengaruhi selera ataupun pandangan konsumen

Hubungan Masyarakat: ditujukan terutama untuk mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai perusahaan ataupun organisasi

  1.                   ii.            Membentuk lingkungan agar tidak berbahaya dan menguntungkan bagi organisasi

ü  Mengubah bidang kegiatan: organisasi dapat mengubah bidang kegiatan untuk mendapatkan suasana lingkungan yang lebih baik, yang persaingannya tidak terlalu berat

ü  Kegiatan politik: organisasi seringkali mengikuti suatu aliran politik tertentu untuk bisa mempengaruhi dan memperoleh priorotas

ü  Asosiasi pengusaha sejenis: organisasi membentk asosiasi pengusaha sejenis yang merupakan persatuan dari beberapa organisasi yang bertujuan sama. Persatuan ini memungkinkan terkumpulnya kekuatan maupun sumber daya yang cukup besar untuk mempengaruhi lingkungan

Dalam hubungan dengan lingkungan, selain beradaptasi organisasi juga berusaha untuk menguasai ataupun mengendalikan lingkungannya. Adaptasi organisasi terhadap lingkungan dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut.

1. Struktur organisasi

Lingkungan yang bertambah kompleks menyebabkan organisasi juga harus menjadi lebih kompleks agar mampu menghadapinya. Setiap elemen dari lingkungan perlu dihadapi oleh suatu bagian khusus dari organisasi. Apabila lingkungan stabil, maka organisasi internal ditandai oleh peraturan, prosedur dan hirarki otoritas yang jelas, organisasi bersifat formal dengan sentralisasi yang tinggi yang sering disebut sebagai organisasi mekanistik. Sebaliknya, pada lingkungan yang berubah secara cepat, organisasi internal bersifat lebih bebas, mudah beradaptasi terhadap perubahan. Tiap bagian mempunyai suatu tugas tertentu yang dikerjakan bersama oleh pegawai tanpa pemisahan tugas khusus. Hirarki otoritas menjadi tidak jelas dan terjadi desentralisasi dalam pengambilan keputusan Organisasi demikian sering disebut dengan organisasi organik.

2. Elemen peredam (buffers)

Merupakan suatu inti yang mengerjakan tugas utama organisasi yang dikelilingi oleh bagian-bagian yang mendukung kegiatan utama tersebut, yang dapat berfungsi sebagai peredam yang bertugas meredam ketidakpastian lingkungan. Setiap elemen lingkungan digunakan satu bagian peredam secara khusus, yang berfungsi untuk mendukung bagian utama tetap berjalan secara efisien, seperti bagian penelitan dan pengembangan yang berfungsi sebagai peredam kegiatan utama organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan.

3. Elemen perbatasan (boundary spanning)

Elemen perbatasan merupakan bagian dari elemen peredam yang hanya berfungsi khusus melakukan pertukaran informasi antara organisasi dengan lingkungannya. Elemen perbatasan mempunyai fungsi mendeteksi dan memproses informasi mengenai perubahan yang terjadi pada lingkungan, dan merepresentasikan organisasi terhadap lingkungan, seperti bagian yang melaksanakan riset pasar terhadap perubahan masyarakat.

4. Perencanaan dan peramalan masa depan (forecasting)

Apabila lingkungan stabil, organisasi dapat memusatkan perhatian pada permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan operasi sehari-hari. Namun apabila lingkungan berubah (Dinamis), perencanaan dan peramalam masa depan menjadi sangat diperlukan untuk mengurangi besarnya dampak dari perubahan lingkungan. Strategi organisasi untuk menguasai ataupun mengendalikan lingkungan dilakukan dengan mengusahakan terciptanya hubungan yang baik dengan elemen-elemen penting dari lingkungannya (seperti penggabungan, kerja sama, hubungan dengan masyarakat), dan berusaha mengendalikan ataupun membentuk lingkungan agar tidak berbahaya dan bisa menguntungkan organisasi (seperti mengubah bidang kegiatan).

Prediksi (forecasting) adalah prakiraan atau prediksi yaitu seperangkat asumsi tentang bagaimana rupa masa depan (Makridakis dan Wheelwright, 1982.) yang pada dasarnya meliputi evalusai terhadap kekuatan-kekuatan politik, ekonomi, teknologi, sosial dan kekuatan kompetitif yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran dan strategi yang diinginkan. Teknik prediksi tidak semata-mata merupakan pekerjaan statistik, tetapi juga sudah menjadi dominan dari psikologi, sosiologi, politik, ilmu manajemen, ekonomi, tujuan utama menyiapkan pemahaman yang jelas tentang lingkungan organisasi dan faktor penyebab yang mempengaruhinya. Prediksi dimaksudkan untuk berusaha mengerti ketidakpastian yang mungkin muncul di masa datang, dengan menyiapkan pedoman bagaimana organisasi harus dikendalikan sehingga tidak terjerumus dalam resiko yang besar. Sering muncul dilema, membuat keputusan yang beresiko tinggi dalam lingkungan yang bisa memberi harapan keuntungan yang besar, atau membuat keputusan dengan resiko kecil dalam lingkungan yang kurang menawarkan keuntungan yang berarti.

Jenis prediksi dijelaskan dalam prediksi jangka panjang (long-range forecasting) yang cenderung tidak akurat, cukup banyak bias, kesalahan-kesalahan; prediksi jangka menengah (medium-term forecasting) yang diangkat dari prediksi jangka pendek maupun jangka panjang, biasanya dipilih yang sesuai dengan kecenderungan pribadinya; dan prediksi jangka pendek (short-term forecasting) yang masih berpedoman pada perkembangan sekarang karena secara teoritis gejala yang terjadi sekarang masih dapat berlaku, dengan teknik prediksi time series atau teknik ekonometrik, biasanya kebutuhan yang mendesak sekali.

Prediksi mempunyai kreteria yaitu harus tepat waktu; prediksi harus dalam satuan-satuan yang seusai dengan rencana keputusan yang dibuat; hendaknya dipilah hingga pada tingkat yang dibutuhkan pengambil keputusan; cukup terperinci untuk memperhatikan variasi siklus waktu; harus memperhitungkan nilai-nilai yang baik dan buruk; harus didukung oleh pimpinan (manajemen puncak); harus didistribusikan dalam laporan yang mudah dimengerti; hendaknya disempurnakan secara berkala.

5. Hubungan antar organisasi

Lingkungan yang kompleks seringkali menuntut adanya kerja sama antara organisasi. Set organisasi (organizational sat) menunjukkan kumpulan organisasi yang mempunyai hubungan dengan suatu organisasi. Set organisasi tersebut bersifat dinamis yang selalu berubah bentuknya dari waktu ke waktu.

Pada lingkungan stabil, organisasi bersifat formal dengan sentralisasi yang tinggi, organisasi internal ditandai oleh:

  • Peraturan
  • Prosedur
  • Hierarki otoritas yang jelas

Pada lingkungan dinamis, organisasi internal bersifat:

  • lebih bebas, mudah beradaptasi dengan perubahan
  • peraturan seringkali tidak tertulis, ataupun jika tertulis sering diabaikan
  • hierarki otoritas tidak jelas dan terjadi desentralisasi dalam pengambilan keputusan
  1. Analisis Lingkungan

Kompleksitas lingkungan membuat para pengambil keputusan harus berusaha menyederhanakan melalui penyelidikan lingkungan (environmental search) dengan mengidentifikasi dan menerapkan krtiteria untuk mempelajari lingkungan dengan lebih efektif. Analisis lingkungan dimaksudkan untuk memantau, memahami dan menelusuri berbagai kecenderungan dalam lingkungan organsiasi dengan mengidentifikasi lingkungan (environmental scanning) atau external audit. Penting dilakukan karena ketidakpastian dalam lingkungan memberi dampak yang luas pada aktivitas organisasi.

Scanning lingkungan (J salusu, 2002,323) meliputi lingkungan utama yaitu lingkungan makro mencakup faktor sosial, teknologi, ekonomi, factor politik; lingkungan pemerintahan mencakup struktur pemerintahan, kecenderungan pembiayaan, kencenderungan teknologi; lingkungan kompetetif, mencakup profil kompetitor, penelitian dan pengembangan, keuangan dan organisasi, kekuatan, kelemahan serta strategi; lingkungan penduduk, mencakup kebutuhan, tuntutan, keinginan dan kemauan penduduk; lingkungan internal mencakup struktur organisasi, kekuatan dan kelemahan, keuangan, serta penelitian dan pengembangan.

Wheelen dan Hunger (1990) mengemukakan bahwa lingkungan eksternal memiliki variabel yang bisa ditemukan dalam:

  1. Task environmental

yaitu elemen atau kelompok yang dapat berpengaruh langsung terhadap organisasi atau sebaliknya yang dapat dipengaruhi oleh aktivitas organsiasi.

  1. Societal environmental

yaitu elemen, kelompok atau kekuatan yang sifatnya lebih umum, dan yang tidiak secara langsung dapat mempengaruhi kegiatan organsasi dalam jangka pendek, namun dapat dan bahkan seringkali berpengaruh dalam jangka panjang, terdiri dari: elemen sosiokultural mengenai perubahan gaya hidup masyarakat, perilaku sosial, nilai-nilai masyarakat; elemen ekonomi; elemen teknologi; elemen hukum dan politik mengenai berbagai macam peraturan perundangan; dan elemen ekologi mengenai lingkungan fisik, kondisi geografis, sumber alam, dan kepadatan penduduk.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Setelah membahas mengenai forecasting pada lingkungan stabil dan dinamis di atas, terdapat beberapa kesimpulan yang tim penulis perlu paparkan:

  • Penegrtian Forecasting: Forecasting adalah peramalan (perkiraan) mengenai sesuatu yang belum terjadi.
  • Definisi forecasting menurut para ahli:

Menurut Buffa:

“Peramalan atau forecasting diartikan sebagai penggunaan teknik-teknik statistik dalam bentuk gambaran masa depan berdasarkan pengolahan angka-angka historis”. (Buffa S. Elwood, 1996)

Menurut Makridakis:

Peramalan merupakan bagian integral dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen”. (Makridakis, 1988)

Lingkungan merupakan keseluruhan elemen yang mempengaruhi sebagian atau keseluruhan organisasi yang terdapat diluar batas-batas organisasi, yang meliputi Instrumental input (teknologi, ekonomi, pasar) dan environmental input (keuangan, pemerintah, politik, kebijakan).

Peranan peramalan: a. Penjadwalan sumber daya yang tersedia, b. Penyediaan sumber daya tambahan, c. Penentuan sumber daya yang diinginkan

Tiga kegunaan peramalan antara lain adalah:

1. Menentukan apa yang dibutuhkan untuk perluasan pabrik.

2. Menentukan perencanaan lanjutan bagi produk-produk yang ada untuk dikerjakan dengan fasilitas yang ada.

3. Menentukan penjadwalan jangka pendek produk-produk yang ada untuk dikerjakan berdasarkan peralatan yang ada

Informasi yang harus dimiliki manajer dalam merancang forecasting:

1)      Lingkungan, yakni data tentang ekonomi, politik, dan faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap iklim operasional dari perusahaan yang bersangkutan

2)      Persaingan, yakni informasi tentang (a) industria dan (b) sasaran-sasaran yang telah dicapai oleh anggota-anggota perusahaan di dalam industria tersebut

3)      Perusahaan yang bersangkutan, yakni identifikasi tentang kekuatan perusahaan, kelemahan, sifat-sifat, pencapaian tujuan dan ambisi-ambisi


[1] Drs. Adam Ibrahim Indrawijaya, MPA, Perilaku Organisasi, (1983, Bandung), hlm. 202

[2] Prof. Dr. Manahan P. Tampubolor, M. M, Perilaku Keorganisasian, Edisi Kedua, (2008, Jakarta), Hlm. 18

[3] George R. Terry, Prinsip-prinsip Manajemen, (2009, Jakarta), hlm. 55

[4] Ibid, hlm. 57

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: